iPhone Duo Dianggap Bikin Playbook IT Berubah dan Membuka Peluang Bisnis Baru

iPhone Duo Dianggap Bikin Playbook IT Berubah dan Membuka Peluang Bisnis Baru

Kenalan Sama iPhone Duo, “The Ultimate Pocket Office”


Lebih dari 10 tahun terakhir ini, kita udah familiar dengan model smartphone saat ini : Touchscreen, flat surface. Kita terbiasa melihat satu tampilan aplikasi, dan harus scrolling di layar yang cukup terbatas.


Dengan inovasi terbaru Apple, trend ini mungkin aja bisa bergeser. Walaupun tahun tahun sebelumnya, Samsung Galaxy Fold menjadi pelopor “first mass-market folding phone”, model smartphone Samsung ini masih dianggap mahal oleh sebagian besar user android, sehingga kurang diadaptasi oleh mereka. Akhirnya, banyak perusahaan software third party, atau perusahaan lokal indie yang nggak support sama perkembangan model smartphone ini.

Hal ini bisa jadi berbeda dengan iPhone Duo yang bakal rilis Oktober nanti. Kali ini, Apple menyasar pasar high-spending user yang udah loyal dengan produk mereka, dengan ekosistem Apple yang udah mereka desain. iPhone Duo diperkenalkan sebagai “the pocket office”, dengan desain foldable smartphone seukuran paspor, yang kalau dibuka jadi seukuran iPad mini. Permukaan layarnya yang besar jadi USP di produk mereka kali ini. Apple juga menganggap produk ini sebagai “computer on the go”. Dengan dual screen, user nggak perlu bolak balik dari satu app ke yang lainnya untuk copy informasi dari email ke spreadsheet. Review dokumen sambil video meeting juga jadi lebih compact pakai iPhone Duo.


Matinya Era Aplikasi “One Size Fits All”


Tapi untuk perusahaan software dan IT, iPhone kali ini mengubah aturan main atau playbook mereka. Dulu, para designer cukup bikin layout buat tampilan yang bisa menyesuaikan ukuran device dan smartphone pada umumnya. Sekarang, layout itu harus mengalir seperti “air”. Kalau posisi iPhone Duo lagi tertutup, tampilan app harus terlihat rapi di ukuran standard smartphone. Tapi kalau user membuka lipatannya jadi ukuran besar, tampilan app harus berubah dan membesar mengikuti layar. Text dan tombol-tombol harus berpindah tanpa glitch, biar tampilan tetap kelihatan rapi, “clean and sleek” tanpa ngerusak user experience. Aplikasi nggak bisa lagi didesain flat untuk semua ukuran layar smartphone. Layout harus tetap kelihatan menarik saat posisi iPhone Duo sedang tertutup, terbuka, atau terlipat seperti buku.


Peluang Bisnis Baru


Perubahan di teknologi iPhone kali ini nimbulin gebrakan besar buat para pebisnis. Di momen ini, pengusaha yang bisa maju adalah mereka yang bisa manfaatin extra screen space di “liquid layout” iPhone Duo ini. Misal, bikin inovasi marketplace app yang support user buat lihat katalog belanja di salah satu layar, sambil tetap bisa nampilin keranjang belanja mereka di layar lainnya. Atau budgeting app yang bisa nampilin daftar transaksi keluar-masuk uang di salah satu layar, dan grafik pengeluaran bulanan di layar lainnya. Ini bisa jadi peluang bisnis baru yang menarik di momen ini.


Rilisnya iPhone Duo ini bukan cuma tentang munculnya “fancy gadget”. Tapi juga jadi pendorong perubahan buat software dan aplikasi di masa depan. Perusahaan yang belum bisa beradaptasi sama layout baru dari teknologi iPhone Duo pasti bakal ketinggalan. Dan Mereka yang bisa menyesuaikan lah yang bakal maju dan berkembang.


Menurut kalian gimana? Kalau mau lihat lebih banyak konten seputar perkembangan teknologi dan bisnis, kalian juga bisa banget ngintip di Instagram dan Tiktok @kanoteknologi ya! :)